Minggu, 15 Agustus 2010

Teknik Afirmasi untuk Sukses Asi Eksklusif

Berbulan-bulan lalu, sebelum Abiy beibiku lahir, aku sudah seringkali berkata pada diriku sendiri. [gara-gara nonton infotaintment ini -artis x asi eksklusif] "Aku akan menyusui eksklusif dan aku pasti bisa. Pasti Bisa." [Ilmu husnudhon, belakangan kuketahui itu sebagai teknik afirmasi].

Teknik afirmasi sendiri adalah hasrat kita yang kita nyatakan menjadi sebuah kenyataan atau tulisan pribadi. Tujuan dari afirmasi adalah untuk mengulang-ulang sebuah pernyataan, dari hari ke hari, sampai pernyataan itu tertanam dengan benar dalam pikiran bawah sadar kita. Sumbernya dari link ini.

Balik dulu. Bahkan termasuk tentang kehamilan. Cukup jauh sebelum aku menikah, aku juga sering berkata sendiri. Dalam hati. "Aku, suatu saat ketika hamil nanti, akan sangat menikmati kehamilanku dan aku insyaAllah sehat, tidak mual, pusing dan sebagainya." hehe. [yang terakhir ini, belakangan juga kuketahui tidak benar, bagian tidak mual]. Dalam teknik afirmasi, tidak dibenarkan mengatakan "tidak".

Hasilnya?
lebih tepatnya subhanallah, alhamdulillah. Semua karena rahmat Allah swt. Semua adalah nikmatNya. Saat menyusui, permasalahan yang seringkali dialami ibu menyusui seperti asi tak keluar, tidak saya alami. Sebenarnya sempat tidak keluar banyak, tapi itu wajar.

Harus dibateg!
[dipaksa dan diperjuangkan], terus saja diminumkan. Terus diminumkan, diminumkan dan diminumkan. Mesti keukeuh. Bukankah cara kerja asi adalah terangsang untuk terus berproduksi dengan kenyotan atau hisapan bayi? Ya, seperti itu moms. Itu yang saya dengar dari berbagai gosip ibu meyusui dan tentu saja terutama dari dokter spesialis kandungan saya, dr Wita di RSI Jemursari Surabaya. Bahwa cara untuk sukses menyusui eksklusif adalah faktor psikologi dan faktor gizi makanan.

Faktor psikologi, kesiapan mental dan kemauan. Apakah moms benar-benar mau, pingin menyusui secara eksklusif? Karena yang saya dengar dari teman [yang akhirnya tidak eksklusif], penyebabnya karena asi tak keluar banyak, nyusunya kuat banget, seperti habis gitu rasanya, nanti kurang, ketakutan-ketakutan yang muncul. Mungkin kurang informasi.

Bahkan ada juga yang pada akhirnya keceplosan, lha kalau malam gitu, dede bayinya maunya netek aja [minta asi terus], padahal aku kan ngantuk berat. Nah lho ketahuan malesnya. hehehehe..

Come on moms, asi, semakin diminum akan semakin mengalir. Please give them asi. Yaaa??
ehehehehheeheee

Hmm dukungan papap juga penting disini. Masi banyak banget papap yang nggak begitu perduli eksklusif atau nggak. yang penting cari duit. Ayo donk papap, asi eksklusif  for your sons and daughters.

Dan untuk afirmasi tentang kehamilan, ketika saya akhirnya hamil beneran. Eitss, setelah menikah donk. Aku eh saya tidak pernah pusing-pusing. Sehat. Tidak juga mual. Muntah pernah, tapi hanya 2 kali selama kehamilan 9 bulan. Itupun setelah muntah, efeknya hanya lapar sekali. Makan lagi, beres dah. Sama sekali tidak membuat lemas.

Orang disekelilingku juga banyak yang berkomentar, Mbak, sampean ki hamil kok jalane ga kayak hamil. [hihi, saya jalannya sambil ngodrok, jalan cepat gitu, setengah lari]. Kan demi kekuatan jantung bayi.

Tertarik coba afirmasi. Berikut tekniknya :
  1. Afirmasi bersifat perseorangan. Sehingga katakan : Saya percaya diri, saya pasti bisa menyusui asi secara eksklusif. Bukan kata 'kami'.
  2. Gunakan kalimat positif : Saya percaya diri, saya pasti bisa menyusui asi secara eksklusif. Keliru jika berkata, saya tidak akan gunakan susu formula.
  3. Pernyataan afirmasi adalah dengan kalimat kondisi saat ini atau present tense bukan future tense. Hmm untuk yang ini, saya keliru, karena memang saat itu kan saya belum hamil apalagi menyusui. hehehe blaming neeh...... cari pembenaran saja. Untuk calon atau moms, gunakan kalimat : Saya percaya diri, saya pasti bisa menyusui asi secara eksklusif. [tanpa tambahan saya nanti akan bisa ......................]
Dan ulang-ulanglah kalimat-kalimat tersebut untuk kesuksesan asi eksklusif.

But, tantangannya tetep aa. Pihak eksternal. Biasanya justru keluarga dekat anda moms. So, keukeuhlah.

Kamis, 12 Agustus 2010

Belimbing Dewa si Maulana [Abiy]

Kalau dulu-dulu, saya posting sayur-sayur favoritnya Abiy, my lovely beibi, kali ini moms, saya mau cerita tentang si buah ya. Semoga bisa jadi inspirasi, ting!

Sebelumnya, sekalian bilang thanks dah untuk ayah bin phapa, [anakq masi suka berubah, kadang panggil yah kadang paaaaa]. Pasalnya, ternyata kalau saya tiap hari hepi to be pusing-pusing mikir bebi's menu, si ayah my beloved husband hepi to bepusing-pusing mikir, what fruits now??

Jadi lengkap ya. Saling mengisi, eishhh..

Belimbing. Ini dia yang dia suka. Cara makannya, cukup setelah dicuci bersih, potong satu bagian. Dan dikenyot alias dihisap. Makannya sambil kentak-kentuk. heih, apapula itu? hihi. jadi sambil apa ya, nunduk-nunduk dan senyam-senyum lebar gitu. Aiih, mbayanginnya kok jadi gemes dewe. SSSttt, lagi bubu dianya.

Biasanya sih belinya belimbing dewa, yang karuan manis. But, seperti apa ya komposisi gizinya? Cek yuuu
dalam 100gr terdapat energi 35,00 kalori, 0,50 gr protein, 0,70 gr lemak, 7,70 gr karbohidrat, 8,00 mg kalsium, 22,00 mg fosfor, 0,90 gr serat, 0,80 gr besi, 18,00 RE vitamin A, 0,03 mg vitamin B1, 0,02 mg vitamin B2, 33,00 mg vitamin C dan 0,40 gr niacin. Eh yang ini sumbernya dari sini.

Manfaatnya antara lain, mencegah dan mengatasi kencing batu jika dicampur madu, aih ini adalah jenis sakit yang dderita kakek abiy, ayahku sebelum meninggal. Ya Allah.

Back to Belimbing. Bisa lho, si belimbing  mengatasi sakit perut yang berlarut, demam, kencing manis, bisa juga membantu proses penyembuhan batuk, kolesterol tinggi [wuaaa, ini penting, I like it much, secara kami keluarga pecinta udang, hehe] dan mampu atasi sakit tenggorokan. Buah belimbing manis juga berkhasiat untuk antiinflasi, analgesic, dan diuretic. Banyak yah...

Subhanallah....................

Alhamdulillah, Saya Puasa

Iiih, kangen banget, lama ga ngeblog. Padahal isi kepala dah full banget, musti segera dituangin nih. Bisa mbleber ga karuan kalau ga.

Pengen deh share kebahagianku pada para bunda dimana saja berada. Eh sebelumnya, marhaban yaa ramadlan. Semoga kita mampu menjalani ibadah romadlon sebaik-baiknya. Ini termasuk gak ya.. hehe..

Bahagia apa nie?? Ssst, 2 hari ini saya bisa puasa dengan lancar-car. Soalnya tahun lalu, pas Abiy masi imut [baru 4 bulan] saya ga kuat puasa. : p laperrrr... Tahun lalu, saya benar-benar tak kuat. Dikit-dikit makan. Makan kok sedkit-sedikit?

Moms semua juga gitu ga? Pasalnya kan memang asi exclusive. Makan dan minum air susu kita aja. Logis donk yah, kalau mominya jadi tak kuat puasa.

Alhamdulillah Abiyku yang sekarang sudah 15 bulan [dengan BB 10,1 kg] lumayan ndutlah penampakannya, hehe, sudah tak sedikit-sedikit nenen/ minta asi. Nenen kok sedikit-sedikit? halah! Meski sekalinya minta asi [pas mau bobo]  nenennya lamaaaaa sekali. Sampe ngantuk-ngantuk, untung bisa bangun lagi. Ssst, soalnya kalo bebi lagi bobo, itulah "me time saya, surfiiiiiiiing time"

Makannya juga sudah gampang. Alhamdulillah, semua makanan sehat mudah masuk. Kadang-kadang susu cair UHT juga dia minta. Hiks, tapi sekarang dia minta yang coklat.

Kalau tahun lalu saya sama sekali tidak puasa karena memang tidak kuat alias lapar terus. Sekarang yang sempat muncul adalah kekhawatiran seandainya air susunya kurang. Secara bahan utama ASI adalah air. Walhasil solusinya buat saya adalah minum air [putih khususnya] sebanyak-banyaknya sepanjang masa buka. Saya usahakan setiap terbangun, minum air putih 2 gelas [Abiy tidak saya pakaikan pamper atau clodi, jadi masi harus bangun tatkala dia ngompol]. Dan ternyata, ya berhasil. Rasanya, saat siang hari dia nenen, asi mengucur cukup deras.

Ikhtiar saya yang lain adalah, menyiapkan masakan super lezat untuk si bebi, agar makan banyak. Dan tak kalah penting, makan tepat waktu, sebelum ngantuknya menyergap. Bisa repot, hehe..
Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Hepimam | Desenvolvido por EMPORIUM DIGITAL