Photobucket

Rabu, 13 Oktober 2010

Perlengkapan Ibu Melahirkan

Rasa-rasanya ada yang kurang dalam postingku. Ada Perlengkapan Bayi Baru Lahir tapi kok tak ada daftar perlengkapan ibu melahirkan. Ya sudah, sekalian sebagai pengingat untuk kehamilan kedua nanti. Kapan?

Karena saya minim sekali info soal ini. Tidak terpikir sama sekali bahkan. Jadi langsung saja ya. Saya tuliskan ceklisnya

  1. Pembalut khusus nifas. Darah nifas kita akan sangat banyak.
  2. Stagen. Perlunya untuk menyangga perut. Pengalaman saya, kalau tidak pakai, perut serasa mau jatuh. 
  3. Bra menyusui. Tidak harus bra khusus menyusui, karena saya pernah beli, namun malah kerepotan. Anda bisa memilih sendiri yang sesuai. Tapi bagi saya, yang nyaman adalah sport bra. Tinggal tarik, tapi tetep kenceng.
  4. Kaos menyusui. Sekarang mulai banyak tuh mam. Cek di toko ini ya. atau yang ini
  5. Breast Pads. Benda apa nih? Saya yang jadul mam, karena awalnya tak tahu. Jadi semacam busa untuk menahan ASI yang selalu menetes. Awal-awal menyusui, ASI kita biasanya akan sangat banyak sampai menetes. Kan jadi basah...
  6. apalagi yah, mikir dulu....
 Silakan donk, ditambahin........
Thanks yaaahhhh

Selasa, 12 Oktober 2010

Setiap Hari Belajar

Begitulah! 
Saya bersyukur kehadirat Allah. Meskipun dengan ekonomi sedang, maksudnya penghasilan keluarga ditopang satu orang [ayah sayang, yang seorang PNS] tapi ayah, dengan senang hati berlangganan internet untuk saya. 

Love u pa..

Sangat menyenangkan. Disaat buku mahal, koran mahal [bagi ukuran ekonomi kami], tapi informasi harus sebisa mungkin update! Maka internet adalah jawaban yang paling memuaskan. Memberi lebih dari yang diharapkan. Harganya pun tak lagi mahal. 

Dengan internet, saya bisa belajar tiap hari. Tentang apa saja. 

Mau masak, buka internet.
Mau bermain dengan Abiy, buka internet.
Mau dicurhatin ibu, buka internet.

Semua saya cari referensi dan studi kasus yang dicurahkan orang lain. Kita tinggal mengolahnya dengan pertimbangan akal pikiran. 

Dan saat ini, sudah lama juga sih, bayak orang cari uang, pakai internet. Tapi hati-hati ya, kalau ada yang nawarin yang instan dan otomatis. Hihihi...

Sabtu, 02 Oktober 2010

Me & Hubby

Ragu2 awalnya ketika mau nulis, tetapi semoga bisa jadi arena contek-contekan seluruh anak muda. [tua donk diriku, hixx]

Well, saya dan suami pacaran setahun sebelum menikah. Sebenarnya, malu mengatakannya. Secara, dalam pemahaman saya akan Islam, pacaran tidaklah diperbolehkan. Bapak saya yang moderat pun menyatakan, apa manfaat pacaran? saat saya iiseng bertanya, "Pak aku boleh punya pacar?".

Kok nekat juga pacaran. Saya pikir saat itu, toh kami jarak jauh. Bukan dalam arti sebenarnya, karena de factonya, kami hanya sejauh Unair - ITS. Dekat!

Tetapi kesibukan masing-masing membuat kami hanya bertemu seminggu sekali. Ketika sedang nyantai pun, saya dan dia pilih pergi dengan teman masing-masing. Atau pergi bareng tapi dengan teman sedaerah. Rame-rame lebih seru...

Maklum newbie saat itu di dunia perpacaran. Kami sama-sama belum pernah pacaran. Jadi sama-sama masih virgin. heehee.

Kan ada HP?
Iya, memang ada HP. Tapi saat itu, kami juga jarang kirim-kirim sms. Padahal sudah cukup murah pulsanya. Apalagi vendor telekomunikasinya sama. Dilarang ngiklan nih!

Kenapa? untuk meminimalkan efek samping. Semua tahu dong, jika sedang jatuh cinta, dimana-mana ada wajahnya. kapan saja teringat dia. Buat saya itu efek. Agar hati tak terkotori terlalu dalam. Yang ikhwah boleh protes nih.

Ada satu syarat yang saya kenakan pada pacar saya saat itu? Saya mau terikat, tetapi atas ijin orangtuamu. Dan pernyataan kesedian orang tua pacar, untuk menerima saya sebagai calon istri. Karena saya tidak mau, pacaran tanpa tujuan, hanya untuk senang-senang. Ah, mungkin saya terlalu serius. Bagaimana pendapatmu adek-adek?

2 Tahun Pernikahanku

Weww, Abiyku sekarang sudah 1 tahun 4 bulan. It means perkawinan, wooo, pernikahanku sudah 2 tahun. Karena alhamdulillah, aku , tepatnya kami [donk], langsung dikaruniai anak begitu menikah [2 bulan saja tanpa penantian, hehehe].


Masih seumur jagung yah..


Papa apa nggak papa ya, pingin banget rasanya nulis sesuatu yang terjadi dalam keluarga kecilku. Kalau jadi kutuliskan, semoga membawa manfaat bagi semua.


Aku, saat menulis ini, masih memilih jadi ibu rumah tangga. Not full, cause I'm assisted by an attendant. O no no. Im not call her as an attendant. I prefer to call her as personal assistant. I don't know. I think it sound better. Isn't it?


Bagaimana kehidupan kami? so far so good. hihihihi...
He treats me well. Feed us well, playful, although very busy at the office, but never came home with annoyed face.


Love him so much.


Did he ever do wrong? ya tentulah. Eits.. Hati-hati. Jangan terjebak. Seringkali kita berpikir bahwa pasangan telah bersalah pada kita. Tetapi jika mau direnungkan kembali. Mungkin itu hanyalah kesalahpahaman. Sebagai akibat perbedaan kultur, misalnya. Bagaimanapun kita dan pasangan berasal dari keluarga yang berbeda. Bukan begitu? 


Tunggu cerita mamapapa abiy berikutnya. Saya akan cerita apa saja masalah keluarga muda. Dan bagaimana tips dan trik mengatasinya.


But, whatever, dealing always with a smile.

Abiy sudah bisa NGOMONG

Akhirnya setelah 16 bulan umurnya, bisa juga Abiy ngomong. Tentu saja deg-degan selama masa penantian. Tapi tak pernah terucap, agar tak menjadi doa buruk Sang Ibu bagi anaknya. Sabar.

Buahnya manis sekali. Sekarang Abiy bisa mengucap apa saja yang didengarnya. Kalau dulu mengucap kata mbah bisa, namun seperti tanpa makna. Hanya gumaman seorang bayi yang belajar berkata.


Apakah kata awalnya? glugu!
ya glugu. Sebutan untuk kayu pohon kelapa. Saat itu, ada tetangga, Om Hendra sedang menata kayu-kayu glugu di rumahnya. Begitu dikatakan, "Iki glugu le, jenenge glugu". Abiy ketawa, hahahha gu gu. Sampai dirumahpun, rupanya dia masih terngiang-ngiang, gu gu. Begitu terus.

Selanjutnya, apa saja ditirukan. Dan sekarang, saya telah tak mampu lagi menghitung kosakata barunya. mandi, ceblok, jatuh, cicak, kuda, sapi, kucing, maem, minum, susu, uti, ayah, ibuk.

It is amazing mom. Denger anak ngomong dengan cedal-cedalnya itu. hmm menakjubkan...
Bgaimana beibi Anda. Semoga selalu yang terbaik yah...

Sabtu, 25 September 2010

Supporter ASI Exclusive-Q

Ga ada yang bisa sukses sendirian di dunia ini kan? Banyak sedikit, diketahui atau tidak ada yang membantu, setiap kesuksesan kita melakukan sesuatu. Begitu juga dengan program asi eksklusiveku. Banyak yang terlibat.

  1. Allah Sang Penunjuk, yang telah menghidayahiku ilmu tentang ASI dan betapa luar biasanya manfaat ASI eksklusive. 
  2. Nenek. Mbah Mi panggilanku untuk beliau. Ibu dari ibuku yang jauh-jauh meninggalkan Widoro-Gandusari khusus untuk turut menyukseskan ASIX. Peran beliau adalah menyemangatiku untuk tidak lelah, tidak ngedumel, ngresulo, untuk terus makan. Love u grandmo. Sudah begitu masih juga pergi ke pasar, belanja sayur sawi, kecipir, hmm lantas langsung masak dirumahk. Maaf ya suamiku. hihihi
  3. Ibuku. Disaat aku masih ecapekan terus menerus menyusui. Beliau memasakkan untukku di pagi buta. Siangnya, baru aku masak untuk tambahan.
  4. Suamiku. Bagaimanapun dia yang mencari nafkah keluarga. Jadi perannya adalah secara tidak langsung. 
  5. Orang-orang lainnya termasuk mertuaku [love u mamam] awalnya sempat membuatku demotivasi. menyuruhku untuk menambahkan sufor untuk bebiku. Tetapi kekekehanku membuat beliau mengalah dan memilih menyediakan menu sayur hijau khusus buatku, ketika aku berkunjung ke rumah beliau. (Mungkin daripada aku ndak mau maen kesana ya, hihihi, peace mam :D )
Beitulah. Jika moms, berniat asi eksklusif, sebaiknya mulai berkampanye pada orang-orang terdekat khususnya di rumah anda. Misalnya pembantu, suami, orangtua, mertua, tetangga. Halang rintang kan anda. Lebih baik anda sedia payungnya.. Sukses yaa.......

Kamis, 16 September 2010

Minal Aidzin wal Faidzin

Met Idul Fitri...
Mohon maaf lahir batin..

Semoga berkesempatan berjumpa lagi ramadlan berikutnya..

Minggu, 15 Agustus 2010

Teknik Afirmasi untuk Sukses Asi Eksklusif

Berbulan-bulan lalu, sebelum Abiy beibiku lahir, aku sudah seringkali berkata pada diriku sendiri. [gara-gara nonton infotaintment ini -artis x asi eksklusif] "Aku akan menyusui eksklusif dan aku pasti bisa. Pasti Bisa." [Ilmu husnudhon, belakangan kuketahui itu sebagai teknik afirmasi].

Teknik afirmasi sendiri adalah hasrat kita yang kita nyatakan menjadi sebuah kenyataan atau tulisan pribadi. Tujuan dari afirmasi adalah untuk mengulang-ulang sebuah pernyataan, dari hari ke hari, sampai pernyataan itu tertanam dengan benar dalam pikiran bawah sadar kita. Sumbernya dari link ini.

Balik dulu. Bahkan termasuk tentang kehamilan. Cukup jauh sebelum aku menikah, aku juga sering berkata sendiri. Dalam hati. "Aku, suatu saat ketika hamil nanti, akan sangat menikmati kehamilanku dan aku insyaAllah sehat, tidak mual, pusing dan sebagainya." hehe. [yang terakhir ini, belakangan juga kuketahui tidak benar, bagian tidak mual]. Dalam teknik afirmasi, tidak dibenarkan mengatakan "tidak".

Hasilnya?
lebih tepatnya subhanallah, alhamdulillah. Semua karena rahmat Allah swt. Semua adalah nikmatNya. Saat menyusui, permasalahan yang seringkali dialami ibu menyusui seperti asi tak keluar, tidak saya alami. Sebenarnya sempat tidak keluar banyak, tapi itu wajar.

Harus dibateg!
[dipaksa dan diperjuangkan], terus saja diminumkan. Terus diminumkan, diminumkan dan diminumkan. Mesti keukeuh. Bukankah cara kerja asi adalah terangsang untuk terus berproduksi dengan kenyotan atau hisapan bayi? Ya, seperti itu moms. Itu yang saya dengar dari berbagai gosip ibu meyusui dan tentu saja terutama dari dokter spesialis kandungan saya, dr Wita di RSI Jemursari Surabaya. Bahwa cara untuk sukses menyusui eksklusif adalah faktor psikologi dan faktor gizi makanan.

Faktor psikologi, kesiapan mental dan kemauan. Apakah moms benar-benar mau, pingin menyusui secara eksklusif? Karena yang saya dengar dari teman [yang akhirnya tidak eksklusif], penyebabnya karena asi tak keluar banyak, nyusunya kuat banget, seperti habis gitu rasanya, nanti kurang, ketakutan-ketakutan yang muncul. Mungkin kurang informasi.

Bahkan ada juga yang pada akhirnya keceplosan, lha kalau malam gitu, dede bayinya maunya netek aja [minta asi terus], padahal aku kan ngantuk berat. Nah lho ketahuan malesnya. hehehehe..

Come on moms, asi, semakin diminum akan semakin mengalir. Please give them asi. Yaaa??
ehehehehheeheee

Hmm dukungan papap juga penting disini. Masi banyak banget papap yang nggak begitu perduli eksklusif atau nggak. yang penting cari duit. Ayo donk papap, asi eksklusif  for your sons and daughters.

Dan untuk afirmasi tentang kehamilan, ketika saya akhirnya hamil beneran. Eitss, setelah menikah donk. Aku eh saya tidak pernah pusing-pusing. Sehat. Tidak juga mual. Muntah pernah, tapi hanya 2 kali selama kehamilan 9 bulan. Itupun setelah muntah, efeknya hanya lapar sekali. Makan lagi, beres dah. Sama sekali tidak membuat lemas.

Orang disekelilingku juga banyak yang berkomentar, Mbak, sampean ki hamil kok jalane ga kayak hamil. [hihi, saya jalannya sambil ngodrok, jalan cepat gitu, setengah lari]. Kan demi kekuatan jantung bayi.

Tertarik coba afirmasi. Berikut tekniknya :
  1. Afirmasi bersifat perseorangan. Sehingga katakan : Saya percaya diri, saya pasti bisa menyusui asi secara eksklusif. Bukan kata 'kami'.
  2. Gunakan kalimat positif : Saya percaya diri, saya pasti bisa menyusui asi secara eksklusif. Keliru jika berkata, saya tidak akan gunakan susu formula.
  3. Pernyataan afirmasi adalah dengan kalimat kondisi saat ini atau present tense bukan future tense. Hmm untuk yang ini, saya keliru, karena memang saat itu kan saya belum hamil apalagi menyusui. hehehe blaming neeh...... cari pembenaran saja. Untuk calon atau moms, gunakan kalimat : Saya percaya diri, saya pasti bisa menyusui asi secara eksklusif. [tanpa tambahan saya nanti akan bisa ......................]
Dan ulang-ulanglah kalimat-kalimat tersebut untuk kesuksesan asi eksklusif.

But, tantangannya tetep aa. Pihak eksternal. Biasanya justru keluarga dekat anda moms. So, keukeuhlah.

Kamis, 12 Agustus 2010

Belimbing Dewa si Maulana [Abiy]

Kalau dulu-dulu, saya posting sayur-sayur favoritnya Abiy, my lovely beibi, kali ini moms, saya mau cerita tentang si buah ya. Semoga bisa jadi inspirasi, ting!

Sebelumnya, sekalian bilang thanks dah untuk ayah bin phapa, [anakq masi suka berubah, kadang panggil yah kadang paaaaa]. Pasalnya, ternyata kalau saya tiap hari hepi to be pusing-pusing mikir bebi's menu, si ayah my beloved husband hepi to bepusing-pusing mikir, what fruits now??

Jadi lengkap ya. Saling mengisi, eishhh..

Belimbing. Ini dia yang dia suka. Cara makannya, cukup setelah dicuci bersih, potong satu bagian. Dan dikenyot alias dihisap. Makannya sambil kentak-kentuk. heih, apapula itu? hihi. jadi sambil apa ya, nunduk-nunduk dan senyam-senyum lebar gitu. Aiih, mbayanginnya kok jadi gemes dewe. SSSttt, lagi bubu dianya.

Biasanya sih belinya belimbing dewa, yang karuan manis. But, seperti apa ya komposisi gizinya? Cek yuuu
dalam 100gr terdapat energi 35,00 kalori, 0,50 gr protein, 0,70 gr lemak, 7,70 gr karbohidrat, 8,00 mg kalsium, 22,00 mg fosfor, 0,90 gr serat, 0,80 gr besi, 18,00 RE vitamin A, 0,03 mg vitamin B1, 0,02 mg vitamin B2, 33,00 mg vitamin C dan 0,40 gr niacin. Eh yang ini sumbernya dari sini.

Manfaatnya antara lain, mencegah dan mengatasi kencing batu jika dicampur madu, aih ini adalah jenis sakit yang dderita kakek abiy, ayahku sebelum meninggal. Ya Allah.

Back to Belimbing. Bisa lho, si belimbing  mengatasi sakit perut yang berlarut, demam, kencing manis, bisa juga membantu proses penyembuhan batuk, kolesterol tinggi [wuaaa, ini penting, I like it much, secara kami keluarga pecinta udang, hehe] dan mampu atasi sakit tenggorokan. Buah belimbing manis juga berkhasiat untuk antiinflasi, analgesic, dan diuretic. Banyak yah...

Subhanallah....................

Alhamdulillah, Saya Puasa

Iiih, kangen banget, lama ga ngeblog. Padahal isi kepala dah full banget, musti segera dituangin nih. Bisa mbleber ga karuan kalau ga.

Pengen deh share kebahagianku pada para bunda dimana saja berada. Eh sebelumnya, marhaban yaa ramadlan. Semoga kita mampu menjalani ibadah romadlon sebaik-baiknya. Ini termasuk gak ya.. hehe..

Bahagia apa nie?? Ssst, 2 hari ini saya bisa puasa dengan lancar-car. Soalnya tahun lalu, pas Abiy masi imut [baru 4 bulan] saya ga kuat puasa. : p laperrrr... Tahun lalu, saya benar-benar tak kuat. Dikit-dikit makan. Makan kok sedkit-sedikit?

Moms semua juga gitu ga? Pasalnya kan memang asi exclusive. Makan dan minum air susu kita aja. Logis donk yah, kalau mominya jadi tak kuat puasa.

Alhamdulillah Abiyku yang sekarang sudah 15 bulan [dengan BB 10,1 kg] lumayan ndutlah penampakannya, hehe, sudah tak sedikit-sedikit nenen/ minta asi. Nenen kok sedikit-sedikit? halah! Meski sekalinya minta asi [pas mau bobo]  nenennya lamaaaaa sekali. Sampe ngantuk-ngantuk, untung bisa bangun lagi. Ssst, soalnya kalo bebi lagi bobo, itulah "me time saya, surfiiiiiiiing time"

Makannya juga sudah gampang. Alhamdulillah, semua makanan sehat mudah masuk. Kadang-kadang susu cair UHT juga dia minta. Hiks, tapi sekarang dia minta yang coklat.

Kalau tahun lalu saya sama sekali tidak puasa karena memang tidak kuat alias lapar terus. Sekarang yang sempat muncul adalah kekhawatiran seandainya air susunya kurang. Secara bahan utama ASI adalah air. Walhasil solusinya buat saya adalah minum air [putih khususnya] sebanyak-banyaknya sepanjang masa buka. Saya usahakan setiap terbangun, minum air putih 2 gelas [Abiy tidak saya pakaikan pamper atau clodi, jadi masi harus bangun tatkala dia ngompol]. Dan ternyata, ya berhasil. Rasanya, saat siang hari dia nenen, asi mengucur cukup deras.

Ikhtiar saya yang lain adalah, menyiapkan masakan super lezat untuk si bebi, agar makan banyak. Dan tak kalah penting, makan tepat waktu, sebelum ngantuknya menyergap. Bisa repot, hehe..
 

Hepimam | Desenvolvido por EMPORIUM DIGITAL