Senin, 07 Juni 2010

Kecipir, Ndeso tapi Potensial

An underexploited tropical plant with promising economic value ! [U.S. National Academy of Sciences, 1975]. Itulah kecipir. Saat kecil, saya pribadi hampir tak pernah makan kecipir. Mungkin karena baunya yang kurang sedap.

Yang jelas kecipir di daerah saya, seringkali dijadikan komponen pecel dan urap. Selain itu seringpula dijadikan sayur lodeh atau bobor. Tapi kedua jenis masakan terakhir tidak direkomendasikan. Secara bersantan, kandungan kolesterolnya terlalu berlebih. Bisa-bisa tak sehat lagi.

Saat ini persepsi saya berubah total. Saya belum tahu nilai gizinya sampai berniat untuk menulis tentang kecipir.

Persepsi saya berubah! Kecipir itu sexy!
Lihat saja, panjang dan berbentuk segi empat dan ada ringgitnya. Semacam rumbai-rumbai. Alamak, mau menari di perutkah buah ini?

Dahsyatnya, protein umbinya yang dikandung mencapai (10,9 g). Hal ini berarti lima kali lebih tinggi dari kentang, gadung dan ubi jalar. Wow...

Mengenai gizi? per 100 gr polong muda kecipir mengandung vitamin A (340-595 SI), zat besi (0,2-12,0 mg), vitamin C (21-37 mg), serta vitamin dan mineral penting lain.  Kandungan protein dan minyak/lemak dalam kecipir ini sangat mirip dengan kandungan kedelai. Seru!

Dan jika moms mau, konsumsi biji kecipir tua justru lebih bagus lagi. Karena komposisi gizinya paling baik. Biasanya biji ini hanya digunakan untuk pembenihan. Protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral biji kecipir tua cukup tinggi dibanding polong muda, umbi, dan daunnya.


Tabel komposisi proksimat biji (%-b dari bagian yang bisa dimakan, diambil dari majarimagazine)

kandungan biji kecipir
Untuk Abiy my beibi, kecipir hanya dimasak dengan cara dikukus. Belum pernah coba cara lain. Lalu, kukusan cipir akan dilahap begitu saja olehnya. Bagaimana dengan ananda moms?

0 comments:

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Hepimam | Desenvolvido por EMPORIUM DIGITAL