Kamis, 10 Maret 2011

Pengasuh atau Daycare?

Pengasuh Anak atau Tempat Penitipan Anak [TPA]?

Bagi saya yang tinggal dikota kecil, mendapatkan pengasuh anak tidak sesulit jika tinggal dikota besar. Karena meski gaji kecil, banyak orang sekitar lingkungan rumah yang bersedia menjadi pengasuh anak. Mengapa? Karena dekat rumah, sehingga jika ada keluarga, masih terurus juga. Tentu sulit bukan jika harus meninggalkan keluarga jauh disana.

Namun, saat ini seiring dengan perkembangan tren daycare atau TPA di kota besar, sampailah tren itu dikota kecil Trenggalek. Saat ini setidaknya ada tiga TPA yang sudah kuketahui. Dua diantaranya sudah kami [saya dan Abiy] coba melalui Free Trial Class, yaitu Lebah Rumah Bermain dan TPA Permata Ummat.

Selanjutnya pengasuh atau TPA, mana yang lebih baik? saya bingung. Tetapi mungkin pertanyaan saya kurang tepat. Yang lebih baik tentu relatif. Jadi mana yang lebih cocok untuk Abiy [anak dulu], dan juga cocok untuk kami.

Nah, setelah browsing kesana kemari, rasanya untuk pertimbangan lebih lanjut, saya perlu membuat tabel kelebihan pengasuh Abiy sekarang dibanding kelebihan 2 daycare yang telah kami coba.

My lovely nanny :



No.
Kriteria Nanny Ideal
My Nanny
1.
Rapi dan bersih, termasuk rajin menjaga kebersihan anak
Ya, rambut panjangnya selalu diikat rapi. Hanya saja, tidak pernah membersihkan kelamin anak tiap ngompol
2.
Sehat
Sepertinya sehat. Saya tak pernah melihatnya mengeluh. Bahkan jika terkena batuk pilek, dalam 3 hari pasti sembuh. Beliau [sudah usia baya] selalu memilih obat herbal/alami tidak mau obat kimia. Haruskah saya memeriksakannya ke dokter?
Selain itu, beliau juga kuat mengantar anak saya jalan-jalan mengitari lingkungan.
3.
Ceria
Yup, orangnya sangat ceria. Tidak pernah marah-marah. Selera humornya bagus juga
4.
Sabar
Mbah Tun sangat sabar, tidak pernah marah. Mau mengikuti kemanapun anakku pergi untuk mengeksplorasi lingkungan.  
5.
Jujur
Thanks God, jika ada uang 20 ribu tergeletak di meja, dimanapun ada uang, tak pernah sekalipun hilang
6.
Punya Pengetahuan Dasar tentang Kesehatan
Tidak telalu baik. Kalau hanya untuk sakit panas, beliau tanggap. Mencegah bahaya fisik, iya, sangat menjaga.
7.
Pengetahun tentang Gizi Makanan
Tidak banyak. Karenanya saya atasi dengan daftar jajanan yang boleh dimakan Abiy. Saya selalu sediakan snack untuk Abiy seperti agar-agar. Tetapi tidak bias memasakkan untuk Abiy
8.
Pemahaman Perkembangan Anak
Alhamdulillah, bagi saya ini poin penting sekali. Beliau pandai sekali berbicara dengan bayi. Sebenarnya tidak banyak bicara, namun ketika berhadapan dengan bayi, pandai sekali membuat si bayi menirukan kata-kata sehingga Abiy semakin pintar ngomong.
9.
Bisa mendongeng
Hmm. Kalau cuma bercerita tentang lingkungan, seperti pak Harno bawa kuas, mau ngecat rumah, warnanya hijau. Beliau bias banget. Tapi tidak kalau harus membaca dan cerita seperti 1001 malam. Tapi setidaknya tidak pernah bercerita seram ataupun menakut-nakuti ank
10.
Bisa menyanyi
Olala. Saying sekali beliau tidak bias menyanyi. Sedikit.
11.
Kreatif
Hehe.. saya piker-pikir, Mbah Tun ini kreatif juga. Pernah sih dengan menakut-nakuti, tapi tidak parah. Setidaknya tak pernah bilang nanti dimarahi pak siapa.. kalau nangis ingin main selang air, maka beliau bilang “wah selangnya macet. Nanti saja biar diperbaiki ayah sepulang kerja”
12.
Teman Bermain
Wah, pandai sekali Mbah Tun. Beliau bisa jadi teman bermain Abiy yang menyenangkan. Mampu menciptakan permainan menarik, seperti menggambar di pasir, cari kupu-kupu, jentrung, main mobil-mobilan, dll. Beliau pun tergolong "cerewet" (suka mengajak anak ngobrol). Wah Abiy ndak bosan, cinta maalah sama pengasuhnya.




2 comments:

Eva Ilyas mengatakan...

Alhamdulillah bunda Abiy dapat pengasuh yang seperti itu....sangat jarang. Terutama yang tidak suka marah-marah.
salam ya buat mbah Tun...hehe, pasti bisa diajak sharing sm prt2 lain yg kebanyakan kl sdh urusan si kecil wah repotnya.
Salam kenal bunda..

yuyun mengatakan...

alhamdulillah. Tapi sayang beribu sayang beliau [Mbah Tun] sekarang tak lagi ikut saya. Beliau sudah diajak ke Surabaya oleh anaknya. Sedih ^^.

Makasi Mbak Eva Ilyas, sudah sudi mampir.

Poskan Komentar

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 

Hepimam | Desenvolvido por EMPORIUM DIGITAL